perempuan yang berkarya

beautiful mind like yourself

Kamis, 07 Januari 2010

Jodoh, di Pasar Jodoh



Anda kesulitan menemukan pasangan hidup? Atau patah hati karena ditinggal oleh tunangan? Bagaimana kalau saya tawarkan pasangan kepada anda? Jauh-jauh saya akan datangkan pasangan anda dari Bulgaria. Heran?? Ya saya pun begitu.
Calon pengantin dapat di beli di pasar. Demikian kalimat pembuka pada satu artikel di majalah ternama. Pertama kali membaca artikel tersebut saya berdecak kagum.. ck..ck.. kok bisa ya? Adalah Stara Zagora, kota yang masih menjalankan tradisi masyarakat Gypsy untuk menawarkan anak gadis di pasar jodoh. Perayaan unik ini dirayakan tiap tahun pada pertengahan maret. Mau tahu motivasi diadakannya pasar jodoh ini? Tak lain dan tak bukan tentu saja mas kawin. Lagi-lagi karena masalah ekonomi. Masyarakat gypsy di Bulgaria memang hidup miskin karena masyarakat lain memandang mereka sebagai suku yang tidak berharga.
Pasar jodoh di Stara Zagora akan diisi oleh gadis dengan riasan wajah dan bedak tebal, tertawa genit dan bermain mata kepada pria muda berpakaian rapi. Orang tua bertindak sebagai pengamat. Jika ada yang saling suka, mereka akan berkencan. Bila sudah merasa cocok, pihak laki-laki akan melakukan pendekatan dengan orang tua gadis tersebut, dan membawa mas kawin kisarannya 15-40 juta rupiah.
Wah…wah.. ironis sekali ya. Perempuan layaknya barang komoditi di pasar. Tidak ubahnya seperti sayur atau buah-buahan. Sesuatu yang menarik namun sulit masuk ke dalam akal pikiran kita. Lagi-lagi ada kambing hitamnya. Pendidikan dan ekonomi. Keduanya menjadi momok untuk menjalankan tradisi yang terbilang aneh dan rasis. Lalu siapa yang sebenarnya patut dihukum dan dipersalahkan atas budaya “unik” ini? Kalau menurut pendapat dirinya saya, yang pertama kali dipersalahkan adalah orang yang tidak mampu memberikan pendidikan dan kehidupan yang layak bagi mereka (kaum gypsy) dan kemudian baru salahkan kaum gypsy yang “terpaksa” menjalankan budaya tersebut.
Sekali lagi, perempuan menjadi korban untuk suatu kondisi. Bagaimana masih tertarik mendapat jodoh dari Bulgaria?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar