Senin, 22 Oktober 2012
Jumat, 07 September 2012
SIDOARJO SAYANG, SIDOARJO BOLONG
apa kabar lapindo? kok tak terdengar rimbanya. mungkin kita masih ingat tentang kasus lumpur sidoarjo ini. kasus yang sampai hari ini semakin redup dan tidak tahu kemana rimbanya. tahukah anda bahwa pusat semburan lumpur yang di bor PT Lapindo Brantas di Desa Siring Porong adalah lokasi Candi Prada pada zaman Airlangga. wah.. wah... bagaimana ini? ternyata bukan hanya rumah masyarakat yang habis dilalap sang lumpur, ternyata peninggalan bersejarah pun dihabisinya.
ya.. pusat semburan yang merupakan candi prada tersebut dulunya merupakan salah satu aset kebanggaan yang diagung-agungkan masyarakat karena dibangun oleh Mpu Barada yang terkenal karena kesaktiannya. Mpu Barada ini berinisiatif membangun candi ini sebagai penyeimbang alam karena diramalkan akan terjadi bencana akibat kelalaian menjaga sumber gas alam dan mineral tersebut. Terbukti donk sekarang, kalau apa yang diramalkan oleh Mpu Barada benar adanya.. walaupun saya tidak percaya ramalan tapi kalau melihat perlakuan Lapindo Brantas yang ngebor sana sini tanpa mempertimbangkan keseimbangan alam, gak usah heran kalau akan terjadi bencana seperti itu.
bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. kelihatan banget kalau kita gak terlalu peduli dengan peninggalan sejarah. apa karena kelihatan sepele atau dianggap sudah tidak tren, makanya tidak perlu dipelihara. lalu apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu, tentang betapa besar dan kayanya bangsa kita. kasus lapindo hanya salah satu contoh saja, masih banyak peninggalan sejarah yang tidak dihargai.
Lalu apa pula yang akan terjadi dengan masyarakat sekitar yang harus tergusur karena lumpur mengambil alih tempat tinggal mereka? memohon rasa iba dari pejabat daerah seolah mereka adalah penyewa tempat untuk tinggal. sementara itu, sang pemilik perusahaan, sibuk berkampanye mencalonkan diri untuk menjadikan Indonesia lebih baik. lebih baik kemana? ke kehancurankah? satu daerah saja sudah ditenggelamkan. inginkah menenggelamkan Indonesia.
ya.. pusat semburan yang merupakan candi prada tersebut dulunya merupakan salah satu aset kebanggaan yang diagung-agungkan masyarakat karena dibangun oleh Mpu Barada yang terkenal karena kesaktiannya. Mpu Barada ini berinisiatif membangun candi ini sebagai penyeimbang alam karena diramalkan akan terjadi bencana akibat kelalaian menjaga sumber gas alam dan mineral tersebut. Terbukti donk sekarang, kalau apa yang diramalkan oleh Mpu Barada benar adanya.. walaupun saya tidak percaya ramalan tapi kalau melihat perlakuan Lapindo Brantas yang ngebor sana sini tanpa mempertimbangkan keseimbangan alam, gak usah heran kalau akan terjadi bencana seperti itu.
bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. kelihatan banget kalau kita gak terlalu peduli dengan peninggalan sejarah. apa karena kelihatan sepele atau dianggap sudah tidak tren, makanya tidak perlu dipelihara. lalu apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu, tentang betapa besar dan kayanya bangsa kita. kasus lapindo hanya salah satu contoh saja, masih banyak peninggalan sejarah yang tidak dihargai.
Lalu apa pula yang akan terjadi dengan masyarakat sekitar yang harus tergusur karena lumpur mengambil alih tempat tinggal mereka? memohon rasa iba dari pejabat daerah seolah mereka adalah penyewa tempat untuk tinggal. sementara itu, sang pemilik perusahaan, sibuk berkampanye mencalonkan diri untuk menjadikan Indonesia lebih baik. lebih baik kemana? ke kehancurankah? satu daerah saja sudah ditenggelamkan. inginkah menenggelamkan Indonesia.
UNEG-UNEG
Blog ini sepertinya sudah usang, lama ditinggal pemiliknya yang sibuk mengemban tugas dan tanggung jawab baru. Tugas dan tanggung jawab yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai dunia kerja. Bagi saya, itu semua hanyalah bentuk lain dari penyiksaan intelejensia manusia. perbudakan pribumi di tanah sendiri kata abang-abang pengamen. bagaimana tidak. setelah empat tahun berjerih lelah untuk menimba ilmu dari sumur pengetahuan, kita akan dipaksa untuk memasuki 'dunia baru' . kalian akan mengenalnya sebagai kantor. aku mengenalnya sebagai arena balapan. setiap orang dituntut untuk mengerjakan bagiannya dengan cepat dan tepat. ingat! TEPAT DAN CEPAT! kalau hanya cepat, anda akan tersingkir dengan segera. kalau hanya tepat tak sampai seminggu anda akan diusir.
saya memasuki sebuah perusahaan yang sudah saya impi-impikan sejak dulu kala. konon ketika saya kuliah, saya mimpi untuk bekerja di dunia broadcasting. setelah puluhan surat lamaran saya layangkan dan dilayangkan kembali kepada saya. akhirnya sang empunya perusahaan menobatkan bahwa saya terpilih menjadi pegawai di perusahaannya. kriteria yang ditentukan sangat spesifik. tidak lebih dari 24 tahun, berjiwa muda, fresh graduate dan tentunya memiliki IPK (indeks prestasi kumulatif) yang cukup tinggi. apakah IPK cukup membuktikan bahwa seseorang itu pintar? setidaknya untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang yang tekun, bolehlah. itupun kalau tidak ada yang bersaksi bahwa manusia itu, sangat rajin titip absen dan sangat rajin bertanya. itu pun tanya ketika ujian. yahhh.. setidaknya dia adalah orang yang gigih.
dunia kerja itu tidak seperti yang digembar-gemborkan di sinetron bukan pula seperti yang kita bayangkan dalam dunia khayal kita. Sinetron selalu menggambarkan kalau dunia kerja itu hanyalah pajangan kehidupan bersenang-senang semata. tidak perlu banyak berusaha. asalkan tampil rapi dan nyaman, kita akan diterima dengan mudah. apalagi kalau kita adalah lulusan dari universitas ternama. kita akan dihormati dan disegani. kenyataannya, itu semua adalah omong kosong. dunia kerja adalah dunia lain untuk dedemit jenis lain pula. semakin seseorang pintar, semakin banyak tuntutan dan cibiran yang akan diterima orang tersebut. karena isi dunia itu hanyalah persaingan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
saya memasuki sebuah perusahaan yang sudah saya impi-impikan sejak dulu kala. konon ketika saya kuliah, saya mimpi untuk bekerja di dunia broadcasting. setelah puluhan surat lamaran saya layangkan dan dilayangkan kembali kepada saya. akhirnya sang empunya perusahaan menobatkan bahwa saya terpilih menjadi pegawai di perusahaannya. kriteria yang ditentukan sangat spesifik. tidak lebih dari 24 tahun, berjiwa muda, fresh graduate dan tentunya memiliki IPK (indeks prestasi kumulatif) yang cukup tinggi. apakah IPK cukup membuktikan bahwa seseorang itu pintar? setidaknya untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang yang tekun, bolehlah. itupun kalau tidak ada yang bersaksi bahwa manusia itu, sangat rajin titip absen dan sangat rajin bertanya. itu pun tanya ketika ujian. yahhh.. setidaknya dia adalah orang yang gigih.
dunia kerja itu tidak seperti yang digembar-gemborkan di sinetron bukan pula seperti yang kita bayangkan dalam dunia khayal kita. Sinetron selalu menggambarkan kalau dunia kerja itu hanyalah pajangan kehidupan bersenang-senang semata. tidak perlu banyak berusaha. asalkan tampil rapi dan nyaman, kita akan diterima dengan mudah. apalagi kalau kita adalah lulusan dari universitas ternama. kita akan dihormati dan disegani. kenyataannya, itu semua adalah omong kosong. dunia kerja adalah dunia lain untuk dedemit jenis lain pula. semakin seseorang pintar, semakin banyak tuntutan dan cibiran yang akan diterima orang tersebut. karena isi dunia itu hanyalah persaingan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Kamis, 27 Januari 2011
wanita, pekerjaan rumah, dan partriarki
kalau perempuan ditanya apa yang paling menjengkelkan dari pria, mungkin salah satunya adalah pria selalu egois dan mau menang sendiri. contoh paling dekat yang bisa kita lihat adalah mengenai pembagian tugas dalam rumah tangga. pria selalu merasa bangga menjadi oknum berjasa yang menghidupi kehidupan keluarga sedangkan perempuan menjadi "budak" rumah tangga. mengurus anak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan hal lain yang seringkali dianggap sebagai "kewajiban pokok" seorang wanita dalam rumah tangga.
tapi bila kita melihat lebih jauh, bukankah itu merupakan salah satu bentuk keegoisan dari sistem patriarkis yang sangat mendewakan pria sebagai pihak yang lebih dominan. ya..patriarki merupakan kambing hitam yang paling pantas disalahkan dalam hal ini. bagaimana tidak? seorang wanita pun sebenarnya memiliki hak yang sama dengan pria. sebenarnya mereka pun mau dan mampu menjadi pihak yang tangguh dan bertanggung jawab, tetapi apa yang kemudian dijawab oleh sistem ini, perempuan selalu lemah dibandingkan pria dalam segala hal.
kenapa saya menuliskan tentang hal ini? seringkali dalam berbagai kesempatan saya memperhatikan bagaimana wanita memerankan peran sebagai " pelayan" dan tuannya adalah pria. sungguh terlalu partriarki ini merasuki kehidupan rumah tangga. wanita yang sebenarnya bisa eksis dengan berbagai kemampuan yang dimiliki ditahan sedemikian rupa bahkan dihipnotis( dibuat tak sadar) bahwa sebenarnya mereka mampu melakukan lebih dari yang sekedar diperkirakan masyarakat sekitar.
kembali ke masalah pekerjaan rumah, hal yang sebenarnya paling tidak menyenangkan untuk dilakukan sendiri. seandainya saja para pria bisa sadar bahwa pekerjaan itu dapat dilakukan secara bersama-sama.
so girls... jangan mau diperalat untuk melakukan pekerjaan rumah sendiri.
memang kita makhluk pencinta keindahan tapi bukan berarti kita pantas untuk diperlakukan seperti babu untuk keindahan itu.
kenapa saya menuliskan tentang hal ini? seringkali dalam berbagai kesempatan saya memperhatikan bagaimana wanita memerankan peran sebagai " pelayan" dan tuannya adalah pria. sungguh terlalu partriarki ini merasuki kehidupan rumah tangga. wanita yang sebenarnya bisa eksis dengan berbagai kemampuan yang dimiliki ditahan sedemikian rupa bahkan dihipnotis( dibuat tak sadar) bahwa sebenarnya mereka mampu melakukan lebih dari yang sekedar diperkirakan masyarakat sekitar.
kembali ke masalah pekerjaan rumah, hal yang sebenarnya paling tidak menyenangkan untuk dilakukan sendiri. seandainya saja para pria bisa sadar bahwa pekerjaan itu dapat dilakukan secara bersama-sama.
so girls... jangan mau diperalat untuk melakukan pekerjaan rumah sendiri.
memang kita makhluk pencinta keindahan tapi bukan berarti kita pantas untuk diperlakukan seperti babu untuk keindahan itu.
Jumat, 08 Januari 2010
Jualan Perempuan
Suka nonton take me out Indonesia? atau suka nonton Suami-Suami Takut Istri? Beberapa dari sejumlah besar tayangan televisi yang menempatkan perempuan sebagai peran sentralnya. Tayangan-tayangan tersebut menampilkan perempuan-perempuan dari sudut pandang pasar, dilihat dari sisi industry dan yang diminati pasar. Lihat saja acara take me out, perempuan-perempuan cantik diposisikan sebagai sesosok yang akan mendapatkan jodoh. Perempuan-perempuan tersebut disuruh berdiri di sebuah stadium. Tidakkah kalian teringat akan barang yang dipajang di etalase toko, yang siap menarik hati setiap pengunjung toko. Ironis sekali bukan. \
Kalau kita perhatikan tayangan-tayangan di televise, kebanyakan menyudutkan perempuan. Sosok perempuan di televisi dicerminkan sebagai sosok yang cantik dengan kulit putih mulus, pakaian bagus, dan dandanan yang seronok. Sosok inilah yang nantinya akan mendapat tempat di hati para laki-laki yang melihat. Benarkah perempuan di masyarakat kita seperti yang dicitrakan televise?
Mari kita lihat sejenak perempuan-perempuan di sekitar kita. Ibu, saudari , teman perempuan atau pacar kita. Perempuan-perempuan yang kita kenal pastinya perempuan-perempuan istimewa yang jauh dari apa yang dicitrakan televisi. Bukankah mereka yang ditampilkan ditelevisi hanya sebagian kecil dari perempuan-perempuan yang kita kenal? Atau begitukah cara industry televise “menjual” perempuan?
Citra apapun yang melekat pada perempuan pasti telah melalui campur tangan budaya patriarki, dimana perempuan menjadi pihak yang kedua dalam masyarakat. Kemudian industry televise sebagai juragan kedua setelah budaya patriarki membuat image baru yang lebih bombastis daripada apa yang telah dicitrakan budaya patriarki, selanjutnya dijual sehingga perempuan masuk dalam kesadaran palsu bahwa mereka bersikap seperti yang ditawarkan televise.
Kasihan sekali perempuan! So, masih mau diam melihat perempuan di jual di televise?
She : "May I say I love U?"
Orang inggris bilang, “I love you”, orang Indonesia bilang,” aku cinta padamu”, jawa bilang “aku tresno karo kowe”, orang batak bilang, “holong rohaku tu ho”… semua kalimat itu memiliki arti yang sama, menyatakan perasaan sayang dan cinta. Lalu apa yang salah dengan semua itu? Tidak ada. Cuma saja, saya bertanya-tanya kenapa pernyataan cinta akan lebih keren terdengar kalau laki-laki yang mengatakannya. Bukan hendak menomorduakan perempuan. Tetapi budaya Timur memang memandang aneh apabila perempuan yang menyatakan cinta terlebih dahulu.Zaman baru bung! Bukan zaman Siti Nurbaya yang mengekang perempuan untuk tinggal diam. Perempuan pun boleh menyatakan cinta kepada orang yang disukainya. Ironisnya budaya mempersulitnya. Kenapa? Karena sejak dahulu kala, perempuan timur dididik untuk menunggu dan mengamati tanda-tanda yang diberikan oleh laki-laki bahwa ia juga suka kepada perempuan itu. Padahal tahu gak? Belum tentu kan semua laki-laki memiliki keberanian yang besar untuk mengatakan cintanya. Yang ada, bisa aja dia hanya memberi tanda-tanda yang tidak jelas, atau tidak menyatakan sama sekali dan akhirnya mengatakan “cinta tak harus memiliki” hah…apa itu? Masih mau kalah ama budaya? Perempuan punya kekuatan yang aneh dan ajaib karena itu kita istimewa dan ditakuti laki-laki.
Jadi, intinya ayo perempuan-perempuan, perjuangkan cintamu! Hidup hanya sekali, sayang sekali kalau hanya dilewatkan dengan penyesalan. Tapi jangan sampai ada hati yang terluka ya.. good luck, girl
Kamis, 07 Januari 2010
Virginitas dilelang?

Setiap hal memiliki dua sisi, positif dan negative. Sama halnya dengan teknologi ada sisi positif dan negatifnya. Internet, teknologi yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memudahkan manusia untuk memperoleh informasi dan berbagai macam hiburan. Banyak sekali keuntungan yang kita dapatkan ketika menggunakan internet untuk hal yang baik dan benar. Kali ini Saya akan ajak anda untuk melihat sebuah sisi kelam penggunaan internet.
Keperawanan. Satu kata ini, cukup untuk membuat perdebatan sengit diantara banyak orang. Ada yang beranggapan keperawanan merupakan hal yang sangat penting namun tidak sedikit yang menganggapnya tidak begitu penting. Sayangnya, ada masa dimana perempuan memilih untuk menanggalkan dan menjual keperawanannya. Klise, alasan ekonomi. Internet menjadi sarana untuk mempromosikan diri. Kenapa internet? Karena lebih aman dan efektif untuk promosi. Cukup heran dan terkejut? Jangan dulu.. Indonesia tercinta yang memegang nilai-nilai luhur budaya Timur ternyata juga terkena virus ini. Gadis-gadis belia Indonesia juga telah berani melelang keperawanannya. Berbagai alasan mereka kemukakan, yang berujung pada masalah ekonomi. Nah..sekarang baru boleh terkejut!!
Lelang keperawanan ini, termasuk dalam cyber crime, masuk dalam kategori prostitusi terselubung dan dapat dikenakan sanksi. Di sinilah letak kebusukan internet yang begitu dipuja-puji seluruh penduduk bumi. Segala hal yang dianggap tabu menjadi layak dan normal, mirip tayangan infotainment.
So, bijaklah menanggapi hal baru.
Langganan:
Komentar (Atom)
