perempuan yang berkarya

beautiful mind like yourself

Jumat, 07 September 2012

SIDOARJO SAYANG, SIDOARJO BOLONG

apa kabar lapindo? kok tak terdengar rimbanya. mungkin kita masih ingat tentang kasus lumpur sidoarjo ini. kasus yang sampai hari ini semakin redup dan tidak tahu kemana rimbanya. tahukah anda bahwa pusat semburan lumpur yang di bor PT Lapindo Brantas di Desa Siring Porong adalah lokasi Candi Prada pada zaman Airlangga. wah.. wah... bagaimana ini? ternyata bukan hanya rumah masyarakat yang habis dilalap sang lumpur, ternyata peninggalan bersejarah pun dihabisinya.

ya.. pusat semburan yang merupakan candi prada tersebut dulunya merupakan salah satu aset kebanggaan yang diagung-agungkan masyarakat karena dibangun oleh Mpu Barada yang terkenal karena kesaktiannya. Mpu Barada ini berinisiatif membangun candi ini sebagai penyeimbang alam karena diramalkan akan terjadi bencana akibat kelalaian menjaga sumber gas alam dan mineral tersebut. Terbukti donk sekarang, kalau apa yang diramalkan oleh Mpu Barada benar adanya.. walaupun saya tidak percaya ramalan tapi kalau melihat perlakuan Lapindo Brantas yang ngebor sana sini tanpa mempertimbangkan keseimbangan alam, gak usah heran kalau akan terjadi bencana seperti itu.

bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. kelihatan banget kalau kita gak terlalu peduli dengan peninggalan sejarah. apa karena kelihatan sepele atau dianggap sudah tidak tren, makanya tidak perlu dipelihara. lalu apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu, tentang betapa besar dan kayanya bangsa kita. kasus lapindo hanya salah satu contoh saja, masih banyak peninggalan sejarah yang tidak dihargai.

Lalu apa pula yang akan terjadi dengan masyarakat sekitar yang harus tergusur karena lumpur mengambil alih tempat tinggal mereka? memohon rasa iba dari pejabat daerah seolah mereka adalah penyewa tempat untuk tinggal. sementara itu, sang pemilik perusahaan, sibuk berkampanye mencalonkan diri untuk menjadikan Indonesia lebih baik. lebih baik kemana? ke kehancurankah? satu daerah saja sudah ditenggelamkan. inginkah menenggelamkan Indonesia. 

UNEG-UNEG

Blog ini sepertinya sudah usang, lama ditinggal pemiliknya yang sibuk mengemban tugas dan tanggung jawab baru. Tugas dan tanggung jawab yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai dunia kerja. Bagi saya, itu semua hanyalah bentuk lain dari penyiksaan intelejensia manusia. perbudakan pribumi di tanah sendiri kata abang-abang pengamen. bagaimana tidak. setelah empat tahun berjerih lelah untuk menimba ilmu dari sumur pengetahuan, kita akan dipaksa untuk memasuki 'dunia baru' . kalian akan mengenalnya sebagai kantor. aku mengenalnya sebagai arena balapan. setiap orang dituntut untuk mengerjakan bagiannya dengan cepat dan tepat. ingat! TEPAT DAN CEPAT! kalau hanya cepat, anda akan tersingkir dengan segera. kalau hanya tepat tak sampai seminggu anda akan diusir.

saya memasuki sebuah perusahaan yang sudah saya impi-impikan sejak dulu kala. konon ketika saya kuliah, saya mimpi untuk bekerja di dunia broadcasting. setelah puluhan surat lamaran saya layangkan dan dilayangkan kembali kepada saya. akhirnya sang empunya perusahaan menobatkan bahwa saya terpilih menjadi pegawai di perusahaannya. kriteria yang ditentukan sangat spesifik. tidak lebih dari 24 tahun, berjiwa muda, fresh graduate dan tentunya memiliki IPK (indeks prestasi kumulatif) yang cukup tinggi. apakah IPK cukup membuktikan bahwa seseorang itu pintar? setidaknya untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang yang tekun, bolehlah. itupun kalau tidak ada yang bersaksi bahwa manusia itu, sangat rajin titip absen dan sangat rajin bertanya. itu pun tanya ketika ujian. yahhh.. setidaknya dia adalah orang yang gigih.

dunia kerja itu tidak seperti yang digembar-gemborkan di sinetron bukan pula seperti yang kita bayangkan dalam dunia khayal kita. Sinetron selalu menggambarkan kalau dunia kerja itu hanyalah pajangan kehidupan bersenang-senang semata. tidak perlu banyak berusaha. asalkan tampil rapi dan nyaman, kita akan diterima dengan mudah. apalagi kalau kita adalah lulusan dari universitas ternama. kita akan dihormati dan disegani. kenyataannya, itu semua adalah omong kosong. dunia kerja adalah dunia lain untuk dedemit jenis lain pula. semakin seseorang pintar, semakin banyak tuntutan dan cibiran yang akan diterima orang tersebut. karena isi dunia itu hanyalah persaingan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.