perempuan yang berkarya

beautiful mind like yourself
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

wanita, pekerjaan rumah, dan partriarki

kalau perempuan ditanya apa yang paling menjengkelkan dari pria, mungkin salah satunya adalah pria selalu egois dan mau menang sendiri. contoh paling dekat yang bisa kita lihat adalah mengenai pembagian tugas dalam rumah tangga. pria selalu merasa bangga menjadi oknum berjasa yang menghidupi kehidupan keluarga sedangkan perempuan menjadi "budak" rumah tangga. mengurus anak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan hal lain yang seringkali dianggap sebagai "kewajiban pokok" seorang wanita dalam rumah tangga.
tapi bila kita melihat lebih jauh, bukankah itu merupakan salah satu bentuk keegoisan dari sistem patriarkis yang sangat mendewakan pria sebagai pihak yang lebih dominan. ya..patriarki merupakan kambing hitam yang paling pantas disalahkan dalam hal ini. bagaimana tidak? seorang wanita pun sebenarnya memiliki hak yang sama dengan pria. sebenarnya mereka pun mau dan mampu menjadi pihak yang tangguh dan bertanggung jawab, tetapi apa yang kemudian dijawab oleh sistem ini, perempuan selalu lemah dibandingkan pria dalam segala hal.
kenapa saya menuliskan tentang hal ini? seringkali dalam berbagai kesempatan saya memperhatikan bagaimana wanita memerankan peran sebagai " pelayan" dan tuannya adalah pria. sungguh terlalu partriarki ini merasuki kehidupan rumah tangga. wanita yang sebenarnya bisa eksis dengan berbagai kemampuan yang dimiliki ditahan sedemikian rupa bahkan dihipnotis( dibuat tak sadar) bahwa sebenarnya mereka mampu melakukan lebih dari yang sekedar diperkirakan masyarakat sekitar.
kembali ke masalah pekerjaan rumah, hal yang sebenarnya paling tidak menyenangkan untuk dilakukan sendiri. seandainya saja para pria bisa sadar bahwa pekerjaan itu dapat dilakukan secara bersama-sama.
so girls... jangan mau diperalat untuk melakukan pekerjaan rumah sendiri.
memang kita makhluk pencinta keindahan tapi bukan berarti kita pantas untuk diperlakukan seperti babu untuk keindahan itu.

Jumat, 08 Januari 2010

Jualan Perempuan



Suka nonton take me out Indonesia? atau suka nonton Suami-Suami Takut Istri? Beberapa dari sejumlah besar tayangan televisi yang menempatkan perempuan sebagai peran sentralnya. Tayangan-tayangan tersebut menampilkan perempuan-perempuan dari sudut pandang pasar, dilihat dari sisi industry dan yang diminati pasar. Lihat saja acara take me out, perempuan-perempuan cantik diposisikan sebagai sesosok yang akan mendapatkan jodoh. Perempuan-perempuan tersebut disuruh berdiri di sebuah stadium. Tidakkah kalian teringat akan barang yang dipajang di etalase toko, yang siap menarik hati setiap pengunjung toko. Ironis sekali bukan. \
Kalau kita perhatikan tayangan-tayangan di televise, kebanyakan menyudutkan perempuan. Sosok perempuan di televisi dicerminkan sebagai sosok yang cantik dengan kulit putih mulus, pakaian bagus, dan dandanan yang seronok. Sosok inilah yang nantinya akan mendapat tempat di hati para laki-laki yang melihat. Benarkah perempuan di masyarakat kita seperti yang dicitrakan televise?
Mari kita lihat sejenak perempuan-perempuan di sekitar kita. Ibu, saudari , teman perempuan atau pacar kita. Perempuan-perempuan yang kita kenal pastinya perempuan-perempuan istimewa yang jauh dari apa yang dicitrakan televisi. Bukankah mereka yang ditampilkan ditelevisi hanya sebagian kecil dari perempuan-perempuan yang kita kenal? Atau begitukah cara industry televise “menjual” perempuan?
Citra apapun yang melekat pada perempuan pasti telah melalui campur tangan budaya patriarki, dimana perempuan menjadi pihak yang kedua dalam masyarakat. Kemudian industry televise sebagai juragan kedua setelah budaya patriarki membuat image baru yang lebih bombastis daripada apa yang telah dicitrakan budaya patriarki, selanjutnya dijual sehingga perempuan masuk dalam kesadaran palsu bahwa mereka bersikap seperti yang ditawarkan televise.
Kasihan sekali perempuan! So, masih mau diam melihat perempuan di jual di televise?